Pengertian Kurs Pajak

Kurs merupakan suatu nilai tukar yang dikonversikan dari mata uang. Jadi bisa dikatakan bahwa kurs pajak merupakan nilai tukar yang berguna dalam urusan transaksi perpajakan. Setiap satu minggu sekali, Kementerian Keuangan selalu menetapkan kurs baru untuk transaksi perpajakan. Kurs perpajakan ini tidak lain digunakan untuk dasar dalam menghitung pajak.

Karena hal tersebut, ada baiknya setiap pengusaha memperhatikan kurs untuk transaksi perpajakan perusahaan. Ingin mengenal lebih dalam mengenai kurs perpajakan? Atau penasaran dengan fungsi dari kurs perpajakan? Yuk, simak ulasan lengkap di bawah ini.

Pengertian Kurs Pajak

Perlu diketahui, kurs perpajakan merupakan kurs yang telah ditetapkan untuk transaksi perpajakan di Indonesia. Kurs digunakan sebagai acuan untuk melunasi transaksi perpajakan. Biasanya, pelunasan pajak ini menggunakan mata uang asing. Jadi, nilai mata uang harus dikonversikan dalam rupiah agar memudahkan dalam proses laporan perpajakan.

Kurs pajak ditetapkan melalui keputusan Menteri Keuangan yang dilakukan setiap seminggu sekali. Jadi, kurs perpajakan akan berlaku dalam kurun waktu 7 hari. Kurs perpajakan ini diwajibkan dalam setiap transaksi perpajakan dengan penggunaan mata uang asing. Hal ini diperlukan agar dapat mengetahui seberapa besar pajak yang harus dibayarkan pada negara.

Jika kurs valuta asing tidak terdaftar dalam kurs Kementerian Keuangan, maka pelunasan transaksi perpajakan bisa menggunakan kurs spot harian valas. Kurs harian ini beracuan pada pasar internasional. Jadi, mata uang asing akan dikonversikan pada nilai rupiah dengan menggunakan kurs perpajakan. Hal ini tetap harus sesuai dengan keputusan Kementerian Keuangan.

Fungsi Dari Kurs Untuk Transaksi Perpajakan

Kurs pajak mempunyai fungsi yang penting dalam transaksi perpajakan. Transaksi perpajakan yang dimaksud terdiri dari empat jenis. Berikut ini adalah ulasan lengkapnya:

1. Bea Masuk

Bea masuk merupakan pajak yang diwajibkan pemerintah untuk barang impor yang masuk ke Indonesia. Tarif untuk bea masuk ini diatur oleh Kementerian Keuangan dalam Buku Tarif Kepabeanan Indonesia. Umumnya, tarif bea masuk adalah sebesar 7.5%.

Selanjutnya, tarif tersebut akan dikali dengan Nilai Dasar Pengenaan Bea Masuk. Perlu diketahui bahwa NDPBM adalah harga barang yang telah ditambah dengan ongkos kirim dan nilai asuransi barang.

2. PPN Dan PPnBM

PPN merupakan pajak wajib yang harus dibayarkan oleh wajib pajak pribadi dan badan yang menjalankan usaha dengan transaksi perpajakan. Hampir sama dengan PPN, PPnBM mempunyai perbedaan pada tarif dan objek pajak. Objek pajak yang dimaksud dari PPnBM adalah barang yang mewah.

Umumnya, tarif PPN adalah 10%. Namun, tarif ini bisa berubah menjadi 5% dan maksimal 15% tergantung peraturan yang berlaku. Minimal tarif PPnBM yang dibebankan adalah 10% dan maksimalnya sebesar 20%. Tarif ini tergantung dengan jenis barang sesuai dengan peraturan pemerintah.

3. PPh

PPh merupakan pajak yang dibebankan untuk perorangan atau badan atas hasil yang diterima. Dalam PPh, wajib pajak harus menghitung, menyetorkan, dan melaporkan PPh sesuai dengan peraturan pemerintah. PPh ini dihitung berdasarkan NDPM yang ditambah dengan 7.5% dan bea masuk.

4. Bea Keluar

Bea keluar adalah pajak wajib yang dibebankan untuk barang yang akan diekspor. Umumnya, bea keluar ini dibayarkan pada barang yang merupakan kekayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia. Barang yang dikenakan bea keluar merupakan barang mentah dan barang setengah jadi.

Demikian ulasan terkait pengertian dan fungsi dari kurs pajak. Pelaku bisnis dan pemilik perusahaan impor dan ekspor seharusnya selalu update tentang nilai kurs perpajakan. Tidak hanya berguna dalam mengetahui dasar menghitung pajak yang dibebankan saja. Kurs perpajakan juga berguna sebagai acuan dalam transaksi perdagangan tingkat internasional. Semoga dapat menambah wawasan!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *